Sabtu,12 Mei 2018


TUGAS 8
Sabtu,12 Mei 2018
                                                                                                                   Nama : Muhidin Nasir
                        NIM : E1B107037
       E-mail : muhidinnasir1234@gmail.com
Blog : muhidinnasir123.blogspot.com
No.HP : 082341829749
Creative summary : Tahap-tahap perkembangan peserta didik pada usia sekolah menengah (SMP/MTs)
             Dalam tahap perkembangannya,peserta didik usia SMP/MTs berada pada periode yang perkembangan yang sangat pesat dari segala aspek. Berikut penyajian tahapan perkembangan peserta didik SMP/MTs yang berhubungan dengan pendidikan, yaitu pada aspek kognitif,afektif dan psikomotorik.
1.      Perkembangan aspek kognitif
Menurut piaget, anak SMP/MTs adalah anak yang berada pada usia 11-15 tahun berada pada periode formal operasional. Pada tahap ini operasi menal pada anak tidak lagi terjadi pada objek konkret,tapi juga dapat diaplikasikan pada kalimat verbal atau logika, yang tidak hanya menjangkau masa kini tetapi juga masa depan.
Dengan demikian pada tahap ini pesrta didik sudah dapat berfikir secara abstrak dan hipotesis sehingga mereka mampu memikirkan sesuatu yang akan atau mungkin terjadi yang merupakan sesuatu yang bersifat abstrak.
Peserta didik pada tahapa formal operasioanal dapat mengintegrasikan apa yang telah mereka pelajari dengan tatangan di masa mendatang dan membuat rencana untuk masa depan. Mereka juga mampu berfikir sistematik,mampu berfikir bukan hanya dalam kerangka apa yang terjadi tetapi berfikir dalam kerangka apa yang mungkin akan terjadi. Mereka memikirkan semua kemungkinan secara sistematik untuk memcahka permasalahan.
Ulasan (argumentasi) : Jadi saya sependapat dengan pendapat ahli bahwa anak usia SMP/MTs berada pada tahap formal operasional dalam kaitannya degan proses berfikir/ogitif anak. Kesimpulan saya,jadi tahap formal opeasioanal saya maknai dengan tahap “memunculkan kemungkinan-kemungkinan”. Jadi pada tahap ini anak akan mulai berfikir selangkah maju dengan kemungkinan apa yang akan terjadi jika terjadi atau melakukan sesuatu hal. Mereka sudah tidak seperti anak SD yang cara berfikirnya masih pada tahap konkret operasional,artinya anak masih terbatas pada situasi nyata  (apa yang terlihat/aktual).
2.      Perkembangan aspek afektif
Keberhasilan proses pendidikan juga ditentukan oleh keberhasilan dalam perkembangan aspek afektif peserta didik. Bloom memberikan definisi tentang aspek afektif yang berimplikasi pada peserta didik di SMP sbb :
a.       Sadar akan situasi,fenomena di masyarakat dan objek disekitarnya.
b.      Responsif terhadap stimulus-stimulus yang ada pada lingkungan mereka.
c.       Mampu menilai.
d.      Sudah mulai mengorganisir nilai-nilai dalam suatu sistem dan menentukan hubungan diantara nilai-nilai yang ada.
e.       Sudah mulai memiliki karakteristik dan mengetahui karakteristik tersebut.
Faktor individu yang lebih spesifik dalam tingkah laku peserta didik yang sangat penting dalam penguasaan materi pendidikan,meliputi :
a.       Self-esteem, yaitu penghargaan seseorang yang diberikan kepada dirinya.
b.      Inhibition, yaitu sikap mempertahankan diri atau melindungi ego.
c.       Anxiety, yaitu kecemasan yang meliputi rasa frustasi,khawatir,tegang dsb.
d.      Motivation, yaitu dorongan untuk melakukan suatu kegiatan.
e.       Risk-taking, yaitu keberanian mengambil resiko.
f.       Empati, yaitu sifat yang berkaitan dengan pelibatan diri pada persaan rang lain.
Ulasan (argumentasi) : Saya setuju dengan pendapat ahli (bloom) dan menurut saya aspek afektif ini berkaitan dengan emosi dan perasaan, karena afektif berkaitan dengan nilai,minat dan emosi dari peserta didik. Jadi pendapat Bloom dapat kita jelaskan aspek afektif lewat bagan sebagai berikut :
            Analisis : Jadi pada tahap aspek afektif memiliki tahapan berimplikasi (saling keterkaitan) dalam setiap tahapnya. Anak akan melalui proses dalam tahapan aspek afektifnya yaitu dimulai dari tahap menerima,merespon,menilai,mengorganisasi dan karakterisasi. Jadi anak mula-mula akan menerima suatu kejadian (fenomena),kemudian anak  akan memberikan respon terhadap fenomena,setelah itu barulah mereka memberikan pendapatnya atau menilai fenomena dan mengorganisasi (menempatkan) serta mengkarakterisasi fenomena tersebut. Menurut saya intinya perkembangan afektif siswa SMP/MTs mencakup proses belajar berperilaku dengan orang lain sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat atau istilah sosialisasi. Dan sebagian besar sosialisasi siswa SMP/MTs berlangsung dengan pemodelan dan peniruan  terhadap perilaku orang lain. Pada intinya menurut saya “semakin tinggi tahap perkembangan kognitif seseorang akan semakin eratur dan semakin abstrak cara berfikirnya”.
3.      Perkembangan aspek psikomotorik
Perkembangan aspek psikomotorik peserta didik SMP/MTs melalui tahap-tahap berikut ini :
1.      Tahap Kognitif
Tahap ini ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang kaku dan lambat. Hal ini terjadi karena peserta didik masih dalam taraf belajar untuk mengendalikan gerakan-gerakannya. Mereka harus berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan suatu gerakan. Seseorang yang pernah melakukan kesalahan diharapkan dapat mengambil suatu pelajaran dari segala hal yang terjadi.
2.      Tahap asosiatif
Pada tahap ini peserta didik membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk memikirkan tentang gerakan yang akan dilakukannnya. Mereka mulai dapat mengasosiasikan gerakan yang sedang dipelajarinya dengan gerakan yang sudah dikenalnya. Tahap ini merupakan tahap pertengahan dalam perkembangan aspek psikomotorik peserta didik. Gerakan pada tahap ini belum merupakan gerakan yang bersifat otomatis. Pada tahap ini berfikir untuk melakukan gerakan yang akan dilakukannya lebih sedikit dibanding pada waktu dia berada pada tahap kognitif.
3.Tahap otonomi
Pada tahap ini peserta didik telah mencapai tingkat otonomi yang tinggi. Proses belajarnya sudah hampir lengkap meskipun mereka tetap dapat memperbaiki gerakan yang dipelajarinya. Tahap ini disebut tahap otonomi dikarenakan peserta didik sudah tidak memerlukan kehadiran instruktur untuk melakukan gerkan-gerakan. Pada tahap ini, gerakan-gerakan dilakukan secara spontan sehingga gerakan yang dilakukannya tidak harus dipikirkannya terlebih dahulu.
            Ulasan (argumen) : Saya setuju jika perkembangan psikomotorik anak SMP/MTs dibedakan menjadi 3 tahap karena anak usia SMP/MTs benar-benar memiliki tingkatn yang dalam melakukan gerak atau tindakan. Jadi saya setuju pergerakan anak pada tahap  SMP/MTs kognitif lebih lambat dan kaku karena akan terlebih dahulu berfikir sebelum melakukan suatu tindakan atau gerakan. Saya juga menyatakan persetujuan saya dengan tahap ke-2 dari perkembangan psikomotorik yaitu tahap asosiatif, jadi saya setuju pada tahap anak ini anak membutuhkaan waktu yang lebih pendek dalam menyesuaikan pikiran dan gerakan,ia tidak terlalu lama berfikir sebelum melakukan gerakan karena anak SMP/MTs sudah mampu mengasosiasikan gerakannya. Dan tahap terakhir dari perkembangan psikomotorik adalah otonomi,menurut saya otonomi bermakna “mengatur sendiri”,jadi pada tahap ini anak telah mampu melakukan suatu gerakan tanpa perlu berfikir terlebih ini adalah akibat dari proses belajar pada tahap kognitif dan asosiatif, sehingga pada akhirnya anak akan sering melakukan gerakan-gerakan yang tanpa ada pimpinan (instruktur) dari pikiran untuk melakuakan gerakan.
            Analisis : Tahap perkembangan peserta didik di satuan pendidikan menengah (SMP/MTs) menurut saya jika kita melihat dari tahapan perkembangan peserta remaja berdasarkan tingkat usia, maka tahap perkembangan remaja SMP/MTs masuk kepada tahap perkembangan remaja awal karena usia perkembangan anak remaja SMP/MTs masih berkisar di antara 11-15, dan berdasarkan  pembagian tahap  perkembangan remaja dapat dilihat remaja awal berusia antara 12-15 tahun,remaja tengah (madya) berusia antara 15-18 tahun,dan remaja akhir berusia di antara  18-21 tahun. Maka dapat saya simpulkan bahwa perkembangan anak SMP/MTs hanya berada pada tahapan remaja awal berdasarkan usia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS PERKEMBANGAN KE-1

Sabtu,19 Mei 2018